*HypnoParenting: Anak Hiperaktif !
Dalam sebuah life talk show di sebuah TV di Bandung (MQTV- TV-nya Aa Gym), tentang ”HypnoParenting” akhir Agustus 2007 lalu selama 1 jam, banyak ibu-ibu yang bertanya secara langsung tentang masalah anak mereka. Begitu gencar ketika line telepon dibuka. Ada 7 penanya yang cukup antusias curhat tentang problem anaknya……
Saya hanya akan menyoroti tentang problem anak yang ditanyakan pada waktu itu, anak yang hiperaktif. Bagaimana solusinya? Pertama, saya reframe dulu secara NLP, bahwa ibu ini beruntung mampunyai anak yang aktif, karena itu tandanya anak tersebut pintar. Anak pintar akan membuat orang tuanya bangga di kemudian hari, nasibnya bisa lebih baik dari orang tuanya (future pacing). Kemudian saya jelaskan, bahwa dari pola pikir sang anak, ini adalah sangat normal, sebenarnya tidak ada penyimpangan yang berarti.Lho, begitu? Bukankah ADD-ADHD (Attention Deficyt Disorder – Attention Deficyt Hyerfactivity Disorder) adalah penyimpangan yang cukup krusial? Begini ceritanya.
Saya beri ilustrasi, ketika rekan-rekan saya pensiun dini dari sebuah BUMN di Bandung, mereka mencoba hampir semua usaha, ganti-ganti usaha, dan banyak yang gagal. Ini adalah bentuk ”hiperaktif” orang tua. Pola pikirnya adalah, mereka mau ”belajar bisnis” dengan cepat, semua jenis usaha dicoba dalam waktu yang singkat. Apakah ini wajar? Yes! Nah, itulah yang terjadi pada anak yang juga aktif ingin banyak belajar! Apakah ketika anak tersebut sudah sekolah TK/SD juga masih hiperaktif? Biasanya tidak.Mengapa demikian? Karena anak sudah punya kegiatan yang pasti, yaitu belajar, punya ”goal”.
Demikian juga, anak hiperaktif biasanya tidak berlangsung lama. Asal komunikasi dengan orang tua baik, dan orang tua care, hiperaktif akan berkurang. Problemnya adalah, biasanya orang tuanya yang sibuk bekerja……Solusi paling simple adalah, kondisikan ruang bermainnya aman, tidak ada benda tajam, ketinggian, dll, dan harus ada pembantu yang menjaga dan diajari cara menjaga anak.
That’s it ! Happy parenting…………..